Quite interesting

Pala, Lengkuas, Jahe Obor

Rupanya ada alasannya mengapa bayam tidak membikin kita sakti dan mampu merobohkan Brutus sewaktu kecil. Juga, terjemahan bahasa Inggris dari bumbu-bumbu dapur tidak menggugah selera.

Kawan saya Pak Mario baru-baru ini dibikin tertegun, sebab menyadari bahwa selama ini dia memesan bawang goreng dengan cara yang keliru. “Saya biasanya ngomongfried onion‘,” katanya mengaku sambil terisak dan tertunduk lesu (mungkin). Padahal rupanya terjemahannya yang lebih tertib adalah “fried shallots“. “Onion” artinya bawang bombai. Bawang merah, yang biasanya dijadikan bahan bawang goreng, nama kerennya yaitu “shallot“.

Saya sendiri mengerti soal ini belum lama memang. Persoalan yang serupa adalah “spinach“, yang sebetulnya tidak sama dengan “bayam”. Jadi, Popeye si Pelaut tidak pernah makan bayam. Menurut Wikipedia, yang dia makan supaya menjadi digdaya itu adalah “horenso”, kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia. “Bayam” yang sering saya makan dengan teri dan kacang itu oleh orang Inggris dinamai “amaranth“.

Menerjemahkan jenis-jenis tanaman dan hewan saya rasa wajar kalau sering terpeleset. Karena kekayaan jenis makhluk hidup, seringkali orang menerjemahkan sesuatu yang sekadar mirip sebagai sesuatu yang sama; entahlah secara sadar atau melalui kesilapan. Perbedaan dialek saja kadang menimbulkan kesalahpahaman, apalagi perbedaan bahasa.

Ini ya spekulasi amatir saya saja, tapi seharusnya sih betul. Kenapa lagi coba?

Dusun Ketumbar

Perasaan asing seperti itu juga tidak mesti hadir karena kekeliruan. Ada juga perasaan asing yang sumbernya ketidaktahuan. Jadi, berhubung terjemahan nama-nama rempah sendiri tidak umum dipelajari, beberapa kali saya menemukan satu kata Indonesia yang saya kenali, satu lagi kata Inggris yang saya kenali, dan kemudian baru ngeh kalau keduanya adalah benda yang sama. Contohnya, “ketumbar” dan “coriander“. “Ooooh, coriander itu ketumbar toh?” Asumsi saya sebelumnya, coriander itu berupa dedaunan-sayuran-apalah yang tidak ditemukan di Indonesia. Salah ternyata.

Lalu saya sadari, karena saya tidak familier dengan memasak atau bahan-bahan dan bumbu-bumbu memasak, kata-kata yang berkaitan dengan rempah-rempah, saya kenali terpisah: melalui media-media berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Mereka biasanya tidak saya acuhkan, fungsinya hanya sekadar untuk membangun suasana saja, seperti pada kalimat “Pak Broto menambahkan kemiri dan kunyit ke dalam kualinya.” Di pikiran saya ya “Pak Broto menambahkan anu ke dalam kualinya.”

Nah, kombinasi ketidakpedulian, keasingan, dan perbedaan sumber ini mengakibatkan perbedaan kesan dalam memproses kata-kata. Nama rempah-rempah dalam bahasa Indonesia kesannya membumi, tidak mewah, mengingkatkan akan dapur, dan seterusnya. Nama rempah-rempah dalam bahasa Inggris kesannya kok mewah, eksotis, dan mengingatkan akan dongeng-dongeng. Saya ingat Coriander Village di game Valkyrie Profile. “Coriander Village” kesannya berbeda toh dengan “Dusun Ketumbar”?

Perbedaan impresi tersebut lebih kurang seperti kontras di antara dua gambar di bawah:

Tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek. Hanya berbeda saja; dalam bahasa Indonesia sedikit lebih membuat lapar, dan dalam bahasa Inggris (ironisnya) berbau eksotis. Versi bahasa Inggris entah kenapa tak terlalu saya kaitkan dengan kuliner, oleh saya justru terbayang-bayang Zaman Penjelajahan dan cerita-cerita Grimm bersaudara.

Senarai

Berikut beberapa jenis-jenis tanaman masak-memasak dan terjemahan bahasa Inggris masing-masing kata. Saya panen dari Wikipedia saja, ya.

  • adas: fennel
  • adas manis: anise
  • andaliman: Sichuan pepper
  • asam: tamarind
  • bawang bombai: onion
  • bawang merah: shallot
  • bawang putih: garlic
  • bunga lawang: star anise
  • cengkih: clove
  • daun bawang: scallion
  • jahe: ginger
  • jeruk nipis: keylime, bartender’s lime
  • jeruk purut: kaffir lime
  • jintan: caraway
  • jintan hitam: fennel flower, nutmeg flower, Roman coriander
  • jintan putih: cumin
  • kapulaga: cardamon
  • kayu manis: cinnamon
  • kecombrang: torch ginger, porcelain rose
  • kemiri: candlenut, candleberry
  • kencur: sandginger, cutcherry
  • ketumbar: coriander
  • kunyit: turmeric
  • lempuyang: shampoo ginger
  • lengkuas: blue ginger
  • merica: black pepper
  • pala: nutmeg
  • salam: Indonesian laurel
  • selasih: basil
  • serai: lemongrass
  • temu kunci: fingerroot
  • wijen: sesame

Gambar pala dari Encyclopaedia Britannica (1817)/Wikimedia Commons. Gambar saudagar rempah oleh Paolo Antonio Barbieri (1637)/Wikimedia Commons. Gambar dapur tradisional dari Maw Mblusuk?.

More stuff

Previous:

Next: